Sabtu, 14 Juni 2014

Ekologi

Ilustrasi ilmu ekologi diambil dari orangbejo.com
Ilmu pengetahuan terbagi-bagi sesuai persoalan-persoalan manusia dalam hidup bermasyarakat. Mulai dari sosiologi, hukum, ekonomi, bahasa, komunikasi dan lain-lain. Pada bidang sosiologi sendiri masih terbagi-bagi menjadi beberapa bagian yang secara spesifik mengkaji persoalan mendasar yang dihadapi oleh masyarakat dalam kehidupannya, salah satunya ekologi yang membahas interaksi manusia dan alam.

Masyarakat membutuhkan ilmu ekologi sebagai alat untuk menganalisis perubahan, kompleksitas, ketidakpastian, dan konflik yang selalu kita hadapi dalam banyak aspek kehidupan terkait lingkungan alam. Ini merupakan hal penting dalam pengolahan sumberdaya alam dan lingkungan. Dapat mendatangkan peluang sekaligus masalah bagi perencana, pengelola, pengambil keputusan, serta anggota masyarakat lainnya.

Hubungan manusia/kemanusiaan dengan alam sejak karakternya sekadar menerima, adaptatif, mengambil manfaatnya (dengan mengambil hikmahnya), hingga mengeksploitasinya tanpa belajar untuk lebih memajukan kualitas penghargaan terhadap kontak lingkungan (rewarding contact) manusia dengan alam yang lebih baik. Apalagi saat teknologi dianggap mampu meringankan bahkan menghindari dampak lingkungan. Kini banyak pecinta lingkungan yang mulai menyadari bahwa, dalam sistim yang memprioritaskan kepentingan pribadi, akselerasi eksploitasi alam semakin membahayakan karena akumulasi dan perusakan memang merupakan bawaan dari sistimnya.

Kerusakan lingkungan tidak hanya hadir sebagai akibat dari masyarakat setempat tetapi juga dapat berasal dari para pemodal yang mendirikan perusahaan-perusahaan untuk mengolah kekayaan alam pada daerah tertentu yang memiliki potensi. Pemodal yang tidak jarang dalam aktivitasnya mendapat perlindungan hukum dari pihak pemerintah, yang terkadang dalam hal ini menafikkan wawasan ekologi demi kepentingan pribadi. Dampaknya harus ditanggung masyarakat setempat. Terjadilah perubahan dalam pola kehidupannya, sosial-politik. Alam adalah tempat lingkungan utama yang diperlukan dalam kehidupan sosial. Olehnya antara alam dan masyarakat harus dilihat secara timbal balik.

Kata ekologi pertama-tama diusulkan oleh ahli biologi bangsa Jermasn Ernst Haeckel pada tahun 1869. Kata ekologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos, berarti “rumah” atau “tempat untuk hidup”. Secara harfiah, ekologi adalah pengkajian organisme-organisme “di rumah”. Biasanya ekologi didefenisikan sebagai pengkajian hubungan organisme-organisme atau kelompok-kelompok organisme terhadap lingkungannya, atau hubungan timbal balik antara organisme-organisme hidup dan lingkungannya. Ekologi mengkaji struktur dan fungsi alam, telah dipahami bahwa manusia merupakan bagian dari pada alam. Defenisi dalam Webster’s Unabridge Dictionary, ekologi merupakan totalitas atau pola hubungan antara organisme-organisme dan lingkungannya.

Berangkat dari defenisi tersebut maka jelaslah bagimana kegunaan ekologi sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan berperan dalam menganalisis masalah masyarakat yang saling berkaitan dengan lingkungannya, dimana lingkungan terbagi menjadi dua jenis, yaitu ligkungan biotik yang merujuk pada organisme-organisme mahkluk hidup dan lingkungan abiotik merujuk pada segala sesuatu yaang tidak hidup.

Olehnya, ekologi sangat berperan, misalnya dalam penelitian untuk menghasilkan pemahaman mengenai berbagai aspek ekologi dari suatu populasi, komunitas ataupun ekosistem sehingga faktor-faktor penting dapat diketahui dengan tepat serta menghasilkan peramalan yang lebih akurat. Hal ini dapat mendukung upaya-upaya yang akan dilakukan manusia, karena adanya acuan yang lebih baik untuk mencegah terjadinya perubahan-perubahan maupun kerusakan yang dapat merugikan kondisi lingkungan serta menjaga kesinambungan ketersediaan sumberdaya agar lestari dan pemanfaatannya dapat berkelanjutan.

Dilihat dari asal katanya (oikos dan logos), ekologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan namun jika ekologi juga dipahami sebagai lingkungan maka kegunaannya pun akan berbeda. Sebagaimana kita ketahui selama ini bahwa tidak ada satupun mahkluk hidup dapat bertahan hidup tanpa suatu lingkungan dan tidak ada satupun mahkluk hidup berada dalam keadaan baik-baik saja ketika lingkungan disekitarnya bermasalah. Hal ini tentu saja menjelaskan pada kita bahwa lingkungan memiliki peranan yang besar bagi kehidupan. Mulai dari peranannya sebagai media penyedia bahan makanan, bahan bangunan, hasil kekayaan bumi sperti emas, batu bara, nikel dan lain-lain. Semua kekayaan alam ada pada lingkungan yang memberikan banyak manfaat bagi manusia mulai dari pemenuhan kebutuhan sosial-ekonomi. Lingkungan dan manusia adalah satu kesatuan yang saling berkaitan. Sebagaimana Auguste Comte (Nurani Soyomukti 2010 : 63), masyarakat dilihat sebagai keseluruhan organik. Keseluruhan pada dasarnya selalu terdiri dari bagian-bagian yang saling tergantung.

Akibat dari watak dan tindakan yang hanya berorientasi pada kepentingan pribadi manusia, maka, masalah-masalah lingkungan selalu diabaikan. Kerusakan lingkungan sebagai isu publik kerap kali menegmuka setelah masyarakat menerima musibah dari kerusakan-kerusakan lingkungan. Sementara itu jika lingkungan belum mengakibatkan kerugian manusia, persoalan lingkungan belum dinyatakan sebagai sesuatu yang harus diwaspadai.

Melebarnya lubang ozon (O3) pada lapisan atmosfer, bukanlah masalah baru hampir diseluruh belahan dunia. Pada Maret 1988, berita dari NASA, bahwa lapisan ozon atmosfer yang melindungi hidup bumi dari sinar ultraviolet yang membahayakan telah mulai menipis diseluruh dunia.

Hal tersebut tentu saja tidak menjadi masalah tanpa sebab. Penggunaan zat-zat Bahan Perusak Ozon untuk kepentingan teknologi sebagai bahan pendingin, busa pengembang, pemadam kebakaran, pelarut pestisida, serta kaleng semprot untuk pengharum ruangan, penyemprot rambut atau parfum.

Zat-zat yang didalamnya meliputi : Chlorofluorocarbons (CFCs), hydro chlorofluorocarbons (HCFCs), halons, methyl bromide, carbon tetrachloride dan methyl chloroform, jelas akan merusak lapisan ozon di bumi. Sebagai akibat jangka panjang lapisan ozon yang rusak distartosfer tersebut akan meningkatkan intensitas radiasi matahari ke bumi, akibatnya pengaruh-pengaruh yang tidak baik bagi masyarakat tejadi, seperti : kanker kulit, katarak, dan pelemahan sistem daya tahan tubuh.

Masalah lingkungan berikutnya di dunia adalah dengan adanya industri. Industri yang menghasilkan produk-produk seperti : kosmetik, parfum, plastik, karet sintetik, kontainer, fiber glass juga menghasilkan limbah-limbah pabrik yang bisa dikategorikan sebagai dampak negatif. Ada tiga jenis limbah yang dihasilkan, yakni : pertama, limbah pencemaran gas (limbah gas), yaitu gas-gas buangan proses. Kedua, limbah pencemar cair atau limbah cair, yaitu air dan partikel buangan atau air yang berbentuk larutan buangan proses. Ketiga, limbah pencemar padat, yaitu limbah padat buangan yang berbentuk larutan buangan proses, seperti plastik-plastik dan resin-resin buangan proses, logam-logam berat, dan katalis buangan proses, garam-garan anorganik yang terbuang, dan organik padat buangan proses.

Limbah-limbah industri ini menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan lingkungan dan tidak jarang bersifat merusak, baik bagi lingkungan fisik, lingkungan biologi, maupun lingkungan sosial. Terkait hubungan antara lingkungan fisik dengan turunnya kualitas lingkungan hidup, perubahan iklim sebagai akibat perubahan habitat hutan-hutan baik primer/sekunder yang menjadi lokasi proyek, lahan pemukiman pekerja dan pembuangan bahan berbentuk gas. Berhubungan dengan kualitas udara, disebabkan oleh pencemaran yang diproduksi oleh emisi bahan buangan limbah gas dan partikel dari proses pembakaran.

Sementara itu kebisingan timbul sebagai akibat dari bunyi-bunyi mesin pemangkit listrik, pompa-pompa dan kompresor. Jika kebisingan melewati ambang batas, yang terjadi adalah gangguan kesehatan pada karyawan, penduduk sekitar, bahkan satwa-satwa yang hidup disekitar proyek. Kemudian dengan kualitas air bahwa terjadinya pencemaran air laut sebagai akibat pembuangan limbah cair dan panas dapat menaikkan suhu air permukaan dan air laut sehingga mengganggu flora dan fauna yang tidak tahan dengan peningkatan suhu tersebut.

Terkait dengan lingkungan biologi, dua kehidupan yang akan terancam keberlangsungannya, yakni, flora dan fauna. Hilangnya flora disebabkan pembukaan lahan proyek  dapat menimbulkan hilangnya vegetasi langka atau semakin hilangnya fungsi hutan.

Dan berkurangnya fauna, disebabkan oleh pencemaran air yang mengakibatkan kematian atau menurunnyapopulasi biota air. Pembukaan daerah pantai yang kaya akan tanaman bakau dapat mengakibatkan biota air maupun biota darat kehilangan habitat.

Disini, saya melihat masalah industri tidak hanya mencoba menganlisis dampak yang dihadirkan menyentuh masyarakat mana saja seperti halnya melebarnya lubang ozon yang menyentuh seluruh penduduk di bumi, akan tetapi saya melihat industri adalah satu hal yang tidak mungkin tidak terdapat didaerah-daerah di seluruh dunia. Olehnya, masalah yang dihadirkan industri memiliki potensi yang sama antara daerah yang satu dengan daerah lainnya di dunia atau bisa saja salah satu diantaranya berpotensi lebih merusak lingkungan di daerahnya.

Masalah-maslah lingkungan di dunia tidak mudah diselesaikan. Menunjuk salah satu pihak sebagai penanggung jawab pun bukan hal yang tidak menuai konsekuensi. Akan tetapi persoalan lingkungan adalah persoalan seluruh umat, masing-masing memiliki tanggung jawab. Sedangkan pihak-pihak yang berwenang mengemban tugas yang lebih berat sebagai penegak keadilan bagi seluruh rakyat terkait masalah lingkungan yang semakin hari kian merebak. Setidaknya, pihak yang berwenang mampu memperkecil masalah-masalah lingkungan melalui hukum-hukum tertulis yang kemudian diwujudkan dalam tindakan nyata.

Masalah lingkungan alam merupakan masalah yang kompleks, akibat dari tindakan masyarakat itu sendiri. Sistem yang hanya memproritaskan kepentingan pribadi telah mengkonstruk pola pikir manusia sehingga kelestarian lingkungan menjadi terlupakan. Masalah yang ditimbulkannya harus dinikmati oleh masyarakat dan menyebabkan banyak perubahan dalam kehidupan sosial-ekonominya. Negara, pemerintah, pihak perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan memilki tanggung jawab dalam hal ini demi kebaikan kehidupan sosial masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar