Jumat, 30 Desember 2016

10 Jam Berdiri

selingan sambil menunggu narasumber diwawancarai
Lelah. Selama 10 jam kami berdiri, mulai dari antrian tiket kereta yang panjangnya entah menyerupai apa namanya. Jalan mencari Penang Bistro untuk mengikuti diskusi, alhasil terlambat dan berdiri karena tidak dapat kursi. Alhamdulilah masih bisa menikmati kari ayam dan udang kecap yang membuat saya alergi.

Sungguh 10 jam berdiri itu lelah, syukur saya bersama orang-orang yang selalu positif thinking, pelawak dan baik. Jika tidak, betapa buruknya hari ini.

Sekarang, mereka sudah terlelap. Saya baru memanjakan kaki setelah mengedit satu tulisan soal Wilmar International Ltd yang mengeksploitasi pekerjanya. Pemiliknya orang terkaya ketujuh di Indonesia versi majalah Forbes man, buruhnya dieksploitasi/ditindas.

Sudah yaa, hayati lelah.

Bekasi, 28 Desember 2016

Sabtu, 10 Desember 2016

Terima Kasih

ilustrsi terima kasih diambil dari slideshare.net
Terima kasih untuk tangan suci bapak dan ibu yang menimangku kala Aku masih baru di dunia..

Terima kasih untuk omelan, tatapan mata yang tajam, tangan yang kadang mencubit demi mendidikku menjadi baik..

Terima kasih telah menyiapkan seragamku kala Aku masih duduk di bangku TK..

Terima kasih telah memboncengku ke sekolah dengan sepedah tua yang berharga itu..

Terima kasih untuk nasi goreng saat Aku mengikuti pramuka..

Terima kasih untuk baju popeye hadiahku saat juara...

Terima kasih pernah mendampingiku saat lomba menyanyi..

Terima kasih telah memegang tanganku saat sakit menyiksaku..

Terima kasih sudah bekerja keras untuk menafkahiku..

Terima kasih telah mengajariku kebaikan hati walaupun kita miskin..

Terima kasih selalu mencontohkan kebaikan-kebaikan..

Walaupun Aku tau, dibalik itu semua Ayah dan Ibu sering menyembunyikan kesedihan sampai pada akhirnya perceraian itu datang seperti petir saat panas..

Apapun itu, baik-buruk, kalian adalah orangtuaku..

Tidak ada ibu dan Ayah yang lain..hanya kalian..

Terima kasih, Aku sudah 24 tahun

Terima kasih Aku masih dalam lindunganmu yarabb...

Minggu, 27 November 2016

Stop Sentimen SARA!

hentikan konflik SARA (sumber foto: UCAN Indonesia)
Jika sentimen SARA dipelihara bahkan terus diasah untuk dijadikan alasan menolak keberadaan tambang, maka sangat disayangkan. Semestinya alasannya bisa lebih maju dari itu. Berkuasa dengan cara menebar kebencian karena perbedaan SARA adalah salah satu hal paling buruk.

Selasa, 22 November 2016

Pesan Email untuk FMN, Anggotanya Lecehkan Perempuan

Selamat pagi, kawan-kawan FMN yang baik, saya akan menyampaikan ketersinggungan saya atas perilaku salah seorang anggota FMN yaitu pemilik akun facebook Bung Arto Gusti.

Saya bisa menyimpulkan dia adalah anggota FMN, karena di akun facebooknya menjadikan logo FMN sebagai foto unggulan.

Hal yang membuat saya tersinggung adalah: Dia sudah melecehkan saya dengan mengirim gambar senonoh dengan membubuhkan kata "Mlm ni pengen"

Menurut saya, perilaku Bung Arto Gusti sangatlah tidak layak, melecehkan saya sebagai perempuan dan hanya merusak organisasi.

Semoga FMN bisa memberikan sanksi terhadap anggotanya agar tidak terulang dan demi kebaikan organisasi karena organisasi yang baik adalah organisasi yang dibangun bersama bukan yang lain membangun sedangkan yang lain merusak.

Selain itu, masalah rakyat terlalu suci untuk diurusi orang yang tidak baik kepribadiannya. Dia tidak bisa menghargai dirinya sendiri, orang lain, apalagi rakyat.

Terima kasih, berikut saya lampirkan screenshoot sebagai bukti bahwa Bung Arto Gusti sudah melakukan kesalahan.





Jumat, 18 November 2016

Marah

ilustrasi marah (sumber foto: tempo.co)
Bukan tak punya perasaan...
Suaraku tak bisa diredam ..
Jiwaku berteriak berontak
Aku marah....

Senin, 14 November 2016

Sedih Mengenang Ayah..


ilustrasi tangan bapak dan anak diambil dari Dakwatuna

Kesulitan ekonomi membuatku tidak bisa merawatmu dengan baik, Ayah..
Aku ingat saat dirimu meminta dibelikan obat asma..
Dirimu batuk tiap malam..
Dan Aku terbiasa memanggil ‘Pak, Pak, Pak’ saat tak terdengar batukmu..
Sejak lama Aku takut kehilangan dirimu Ayah..
Jauh sebelum dirimu benar-benar meninggalkan Aku...
Dirimu pernah mengeluh ‘kaki Bapak sakit, kadang panas skali’..
Aku menanggapinya tertunduk..
Aku menggerutu dalam hati.. ‘apa gunanya Aku yang tidak mampu membawa Ayahku berobat’
Maafkan Erniyanti yang miskin ini Ayah..


Pilu benar perasaan ini mengenangmu di saat-saat terakhirmu..
Dirimu memanggilku, memegang tanganku dan menyampaikan pesan tanpa bicara..
Pilu, Ayah..
Sebisa mungkin akan ku jalankan pesan terakhirmu..

Dirimu akan selalu ada di pikiran dan perasaanku, selamanya..
I Miss You, Dad..

Jumat, 04 November 2016

Temui Aku dalam Mimpi

Temui Aku dalam mimpi, Ayah. Akan ku ceritakan semuanya karena telponmu setiap pagi tidak akan pernah ada lagi.

Kisah Rasululloh di Hari Lebaran. Ilustrasi. (
Mimbar Rakyat)
Temui Aku dalam mimpi, Ayah. Akan ku peluk dirimu erat-erat karena memelukmu Aku lega.

Temui Aku dalam mimpi, Ayah. Pegang erat tanganku karena hanya genggamanmu yang paling hangat.